Berita Terkini

FKUB Sulteng Gelar Sosialisasi Moderasi Beragama di Donggala, Perkuat Kerukunan Antarumat

×

FKUB Sulteng Gelar Sosialisasi Moderasi Beragama di Donggala, Perkuat Kerukunan Antarumat

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok FKUB Sulteng

POTRETCELEBES, Donggala – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Donggala melaksanakan sosialisasi dan penguatan moderasi beragama di Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kamis (27/11) pagi.

Kegiatan ini turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Yunus Lamakampali, serta tokoh pemuda, para imam masjid, tokoh perempuan serta perwakilan masing-masing agama di desa ini di antaranya, Islam, Kristen dan Hindu. Kegiatan dialog ini dipandu oleh sekretaris FKUB Sulteng Dr. H. Munif A. Godal

Dalam pemaparannya, Ketua FKUB Sulteng Prof. Dr. Zainal Abidin menjelaskan bahwa secara sosiologis, konflik antarumat beragama sering terjadi akibat kurangnya ruang interaksi dan komunikasi antarkelompok masyarakat.

Kondisi ini memicu prasangka sosial yang menimbulkan rasa saling curiga, bukan hanya antaragama, tetapi juga di antara sesama pemeluk agama yang sama. Prasangka tersebut pada akhirnya menjadi ancaman nyata terhadap keberagaman dan memicu potensi konflik nilai.

Prof. Zainal menegaskan bahwa perdamaian merupakan inti dari seluruh ajaran agama. Karena itu, jika ada ajaran yang mengarah pada permusuhan, maka dapat dipastikan itu bukan ajaran agama yang sesungguhnya. Dalam kehidupan sosial, tidak dibenarkan menjadikan keyakinan agama sebagai alasan untuk menyalahkan pemeluk agama lain atau mengklaim diri sebagai yang paling benar.

“Namun, pada saat yang sama, toleransi tidak boleh dimaknai dengan menyamakan seluruh ajaran agama hingga mengaburkan kebenaran ajaran masing-masing” katanya.

Sementara itu, sambutan Bupati Donggala yang dibacakan oleh Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Bakesbangpol Kabupaten Donggala, Ishak, menekankan bahwa moderasi beragama merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas daerah dan memperkuat ketahanan kebangsaan, sekaligus mencegah berkembangnya paham ekstremisme dan intoleransi. Moderasi beragama dipandang sebagai komitmen bersama demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun, aman, dan harmonis.

Ia menambahkan bahwa menjaga moderasi beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif tokoh agama, tokoh pendidikan, pemuda, dan seluruh masyarakat. Kolaborasi semua pihak dinilai menjadi fondasi kuat dalam membangun kerukunan. Pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi serta menyelenggarakan sosialisasi ini, dan berharap kegiatannya terus berlanjut dan memberi dampak besar bagi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkokoh karakter masyarakat Sulawesi Tengah sebagai masyarakat yang religius, toleran, cinta damai, dan menjunjung tinggi Pancasila. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diajak untuk mempertahankan sikap saling menghormati antarpemeluk agama, mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan, serta menghindari penyebaran ujaran kebencian dan provokasi, terutama di media sosial.

“Penguatan peran keluarga, sekolah, dan komunitas dinilai penting untuk mencegah tumbuhnya intoleransi di tengah Masyarakat” tandasnya.

Sumber FKUB Sulteng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *