Berita Terkini

PMII Sulteng Tetapkan Arah Baru Kaderisasi, Tekankan Penguatan Nilai Aswaja

×

PMII Sulteng Tetapkan Arah Baru Kaderisasi, Tekankan Penguatan Nilai Aswaja

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Kaderisasi PKC PMII Sulteng, Muhammad Bilal.

POTRETCELEBES, Palu – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah menegaskan arah baru kaderisasi organisasi untuk menjawab tantangan kualitas sumber daya kader serta kebutuhan membumikan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) ke tengah masyarakat.

Langkah tersebut dirumuskan dalam rangka memperkuat posisi PMII sebagai organisasi kaderisasi terbesar di Sulawesi Tengah.

Wakil Ketua Kaderisasi PKC PMII Sulteng, Mohammad Bilal menyatakan bahwa dinamika sosial dan perkembangan zaman menuntut kader untuk memiliki kapasitas intelektual, spiritual, serta kepekaan sosial yang lebih kuat.

“Karena itu, PMII Sulteng memandang perlu adanya pembenahan sistem kaderisasi yang lebih terukur dan terstruktur,”kata Bilal dalam rilis resminya, Minggu (7/12/2025).

Dalam rumusan arah gerak tersebut, PMII Sulawesi Tengah menekankan pentingnya membangun platform kaderisasi terintegrasi mulai dari rayon, komisariat, cabang hingga wilayah.

Sistem itu mencakup penyusunan kurikulum kaderisasi yang seragam, pembentukan data base kader digital, serta pemetaan kompetensi kader sesuai minat dan bakat.

Bilal menegaskan bahwa kaderisasi PMII tidak boleh berhenti pada MAPABA, PKD, dan PKL semata, tetapi harus diikuti pembinaan lanjutan yang berkesinambungan.

Dalam dokumen arah gerak tersebut, PMII Sulawesi Tengah juga menempatkan pemahaman Aswaja sebagai fondasi utama kaderisasi. Nilai-nilai tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (tegak lurus) akan terus dikuatkan melalui berbagai forum kajian dan pelatihan.

Dalam rangka membumikan nilai Aswaja, PMII Sulteng menyiapkan beberapa program berbasis pengabdian masyarakat, seperti:

  • PMII Mengabdi di Desa
  • Pendampingan majelis taklim dan TPA
  • Edukasi digital dan literasi keagamaan moderat
  • Kegiatan sosial dan kemanusiaan di wilayah rawan bencana

“Program tersebut dinilai relevan dengan konteks sosial Sulawesi Tengah yang memiliki keberagaman budaya dan sejarah dinamika sosial yang tinggi,” jelas Bilal.

Sebagai adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Ketua Kaderisasi PMII Sulawesi Tengah mendorong digitalisasi kaderisasi melalui:

  • modul kaderisasi berbasis digital
  • pelatihan konten kreatif bernilai Aswaja
  • penguatan media PMII sebagai pusat informasi dan edukasi
  • literasi digital untuk menangkal hoaks dan ekstremisme

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan PMII tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Melalui arah gerak baru ini, PMII Sulawesi Tengah berharap dapat melahirkan kader yang memiliki kemampuan intelektual yang kuat, siap mengabdi di masyarakat, serta mampu menjaga moderasi beragama di wilayah Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *