Berita Terkini

Pemkot Palu Libatkan Semua Sektor Hadapi Ancaman Bencana

×

Pemkot Palu Libatkan Semua Sektor Hadapi Ancaman Bencana

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Palu – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengambil serangkaian langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga: Kota Palu Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Langkah tersebut diawali dengan pertemuan bersama sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya pihak Meteorologi, Basarnas, Inspektur Tambang, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sekretaris Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Jumat (12/12/2025) sore, menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur terkait siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

“Hal ini dilakukan adalah upaya untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh elemen ataupun pihak terkait dalam upaya mengantisipasi bencana,” ujarnya.

Selain koordinasi teknis, Pemkot Palu juga telah melaksanakan apel siaga mitigasi bencana dengan melibatkan unsur TNI-Polri, Tagana, PMI, serta sejumlah OPD seperti Satpol PP dan Dinas Sosial. Apel tersebut menjadi bentuk kesiapan bersama dalam menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem lainnya.

Irmayanti menambahkan, pemerintah juga telah menggelar pertemuan khusus dengan para pelaku tambang, baik tambang galian C maupun tambang emas. Pertemuan ini bertujuan memastikan para pelaku usaha mematuhi kesepakatan terkait pelestarian lingkungan dan pencegahan dampak negatif kegiatan tambang.

“Kami juga menyampaikan kewajiban para pelaku tambang dalam upaya memastikan keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah sekitar tambang,” tegasnya.

Diketahui, beberapa wilayah di Kota Palu memiliki aktivitas pertambangan, terutama di Kecamatan Ulujadi Kelurahan Watusampu dan Buluri, serta di Kecamatan Mantikulore tepatnya Kelurahan Poboya.

“Kami harus memastikan bahwa masyarakat yang tinggal disekitar kegiatan tambang terlindungi dari bencana bencana yang tidak pernah kita inginkan terjadi, mengingat bencana hidrometeorologi sudah dialami oleh beberapa daerah dan Wilayah kota palu juga merupakan wilayah yang rentan dan rawan sehingga upaya upaya itu harus kita lakukan,” kata Irmayanti.

Pemkot Palu juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana, termasuk menjaga kebersihan drainase, lingkungan sekitar, serta memperhatikan titik-titik rawan banjir.

“Partisipasi masyarakat juga kami harapkan dalam upaya upaya mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi dengan memperhatikan kebersihan drainase, lingkungan kemudian titik titik banjir. Hal ini menjadi perhatian kita semua,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *