Berita Terkini

Satu-satunya Jalan Darat di Pulau Una-una Rusak, Pendidikan dan Ekonomi Warga Terancam

×

Satu-satunya Jalan Darat di Pulau Una-una Rusak, Pendidikan dan Ekonomi Warga Terancam

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Facebook/@Nur Afni/potretcelebes.com

POTRETCELEBES, Touna – Satu-satunya jalan darat yang menghubungkan Desa Cendana dan Desa Binanguna di Pulau Una-una, Kecamatan Una-una, Kabupaten Tojo Una-una (Touna) Provinsi Sulawesi Tengah, kembali putus total akibat air laut pasang.

Kondisi ini membuat warga terpaksa menyeberangi jalan yang terendam air demi bisa beraktivitas.

Dalam sebuah video yang diunggah pengguna media sosial, @Nur Afni, terlihat sejumlah warga, termasuk pengendara motor, kesulitan melewati ruas jalan yang tergerus abrasi. Ia menuliskan keluhannya tentang kondisi tersebut.

“Siksa kalau dari Ampana naik kapal tol laut turun di Desa Binanguna. Pas di jalan ini sudah sore sekali biasanya sudah magrib, Triseda (kaisar) atau motor sudah tidak bisa lewat. Malam jam 10 baru bisa ambil kendaraan, berjalan kaki lagi sampai rumah. Terasa sekali. Kalau berangkat pasti sampai 2 hari rasanya capeknya,” tulisnya.

Kondisi jalan ini berdampak besar bagi aktivitas warga, terutama di sektor pendidikan. Siswa SD Negeri Cendana di Dusun Tombola dan Awo, serta para pelajar tingkat SMP, kerap terkendala untuk pergi ke sekolah. Bahkan, warga menyebut kerusakan jalan tersebut menjadi salah satu penyebab anak-anak Desa Cendana putus sekolah pada jenjang SMP karena sulitnya akses.

Jalan tersebut diketahui merupakan jalur utama bagi siswa, guru, petani, serta warga yang hendak menjual hasil pertanian. Tanpa jalan alternatif, warga hanya bisa menunggu air surut untuk dapat melintas.

Berdasarkan keterangan warga, kerusakan jalan semakin parah sejak 2021 akibat abrasi pantai yang mencapai sekitar 80 persen. Hingga kini, belum ada penanganan permanen untuk mengatasi kerusakan tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan perbaikan agar aktivitas pendidikan dan perekonomian di Pulau Una-una tidak semakin terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *