Berita Terkini

PMII Sulteng Ajak Lintas Sektor Bertanggung Jawab Atasi Krisis Lingkungan dan Bencana Alam

×

PMII Sulteng Ajak Lintas Sektor Bertanggung Jawab Atasi Krisis Lingkungan dan Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok PMII Sulteng

POTRETCELEBES, Palu – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah menggelar Deklarasi dan Mimbar Bebas bertema “Narasi Tanda Bahaya Alam Sulawesi Tengah” sebagai bentuk keprihatinan dan peringatan dini terhadap potensi besar ancaman bencana ekologis di Sulawesi Tengah akibat dari Deforestasi Pertambangan di Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik strategis, yakni Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air, serta Kantor Wali Kota, sebagai simbol tuntutan tanggung jawab lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat, Rabu (24/12/2025).

Dalam orasi mimbar bebas, Koordinator Lapangan (Korlap) Yusuf menegaskan bahwa deforestasi, alih fungsi lahan, eksploitasi sumber daya alam yang masif, serta lemahnya pengawasan tata ruang telah memperbesar risiko bencana seperti banjir, longsor, krisis air bersih, dan degradasi ekosistem hutan di Sulawesi Tengah.

“Narasi Tanda bahaya alam Sulteng bukan sekadar wacana, tetapi peringatan nyata atas kegagalan tata kelola lingkungan. Jika tidak ada perubahan kebijakan dan penegakan hukum yang tegas, maka bencana ekologis hanya tinggal menunggu waktu,” tegas Ysuf.

Dalam deklarasinya, PMII Sulawesi Tengah menyampaikan beberapa tuntutan dianatarnya: Tegakan UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup, Tegakan UU No 17 Tahun 2019 Tentang sumber daya Air, Tegakan PP No 20 Tahun 2024 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, Evaluasi Menyeluruh Dokumen Amdal Pertambangan di Sulawesi Tengah, Mendorong Mata Air uwentumbu Menjadi Hutan Konservasi dan Cagar Budaya dan Pelibatan aktif masyarakat dan kelompok sipil dalam pengawasan kebijakan lingkungan.

Aksi deklarasi dan mimbar bebas ini berlangsung secara damai dan tertib, dengan pengawalan aparat keamanan. Kegiatan diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap bersama sebagai bentuk komitmen untuk terus mengawal isu lingkungan dan keselamatan alam Sulawesi Tengah.

PMII Sulteng berharap kegiatan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah agar tidak abai terhadap tanda-tanda bahaya alam yang kian nyata dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *