Berita Terkini

Ini Penjelasan Pemkab Touna Terkait Video Viral Jenazah Dibawa Pakai Motor

×

Ini Penjelasan Pemkab Touna Terkait Video Viral Jenazah Dibawa Pakai Motor

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Tangkapan Layar

POTRETCELEBES, Touna – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una(Touna) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan jenazah seorang warga dibawa menggunakan sepeda motor di Desa Uematopa, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Ruas Jalan Kulingkinari-Wakai dan Longge-Toili Akan Dibangun Tahun 2026

Klarifikasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una, dr. Niko, melalui rilis resmi pada Jumat (16/1/2026), sebagai respons atas informasi dan keluhan masyarakat yang ramai disampaikan melalui media sosial, khususnya Facebook.

Dalam rilis itu dijelaskan bahwa peristiwa tersebut benar terjadi dan jenazah yang dimaksud adalah almarhumah Ny. Wita Ladi, istri dari Tn. Sarlin Bunta, warga Dusun Paria, Desa Uematopa, Kecamatan Ampana Tete.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami sangat prihatin atas peristiwa duka yang menimpa salah satu warga kami,” ujar dr. Niko.

Dijelaskan, tenaga kesehatan yang bertugas di Desa Uematopa selama ini telah melakukan pelayanan posyandu rutin setiap bulan di Dusun Paria. Pada awal kehamilan Ny. Wita Ladi, sekitar usia 13–14 minggu, bidan desa sempat memberikan pelayanan kesehatan. Namun, karena yang bersangkutan tinggal jauh di kebun, upaya menghubungi dan menemui pasien secara rutin mengalami kendala hingga mendekati waktu persalinan.

“Bidan desa telah berupaya menghubungi pasien dan meminta keluarga membawa yang bersangkutan dari kebun ke pemukiman warga yang dekat dengan jalan agar dapat diberikan pertolongan pertama dan segera dirujuk ke puskesmas,” jelasnya.

Saat akhirnya berhasil dijangkau, kondisi pasien disebut sudah menurun, dengan kesadaran berkurang, menggigil, dan gelisah. Perjalanan bidan desa menuju Dusun Paria memakan waktu sekitar empat jam, sementara perjalanan membawa pasien ke puskesmas membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Setibanya di puskesmas, pasien langsung diprioritaskan karena masuk kategori triase merah. Pasien sempat mendapatkan penanganan dan kondisinya membaik sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Ampana, didampingi oleh bidan desa. Rujukan dilakukan menggunakan mobil lain karena ambulans puskesmas saat itu sedang membawa pasien gawat darurat lainnya ke RSUD Ampana.

Namun, pasien dinyatakan meninggal dunia. Bidan desa sempat menyarankan agar keluarga menunggu ambulans untuk mengantar jenazah. Akan tetapi, karena kondisi mobil yang tersedia tidak memungkinkan untuk mencapai Dusun Paria serta pertimbangan waktu yang sudah sore, keluarga bersama warga setempat berinisiatif membawa jenazah menggunakan sepeda motor yang telah dirakit khusus.

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil.

“Melalui puskesmas, balai KB, dan tim pelayanan DKPPKB, kami berkomitmen melayani masyarakat di wilayah sangat terpencil, pedalaman, dan kepulauan melalui kunjungan berkala,” tegas dr. Niko.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki program pelayanan kesehatan proaktif melalui Mobil Sehat dan layanan Home Care, di mana tenaga kesehatan melakukan kunjungan langsung ke rumah warga yang jauh dari fasilitas kesehatan atau tidak mampu datang ke fasilitas pelayanan.

Selain itu, Puskesmas Dataran Bulan saat ini memiliki satu unit ambulans untuk pasien gawat darurat. Dalam kondisi tertentu, ambulans tersebut juga kerap digunakan untuk membawa jenazah apabila tidak sedang menangani pasien hidup yang membutuhkan rujukan segera.

“Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una juga telah menjamin biaya kesehatan seluruh warga sesuai ketentuan yang berlaku. Kami sangat menghargai masukan masyarakat sebagai bentuk kontrol terhadap kualitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Pemkab Tojo Una-Una, lanjut dr. Niko, berkomitmen untuk terus membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif, proaktif, manusiawi, dan berkeadilan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *