Berita Terkini

Kodam XXIII/Palaka Wira Bangun 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar, Dimulai Februari 2026

×

Kodam XXIII/Palaka Wira Bangun 2.200 Jembatan di Sulteng–Sulbar, Dimulai Februari 2026

Sebarkan artikel ini
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. Foto: potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Palu — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, menyampaikan rencana pembangunan sekitar 2.200 jembatan yang akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Pangdam saat Coffee Morning bersama awak media di Kota Palu pada Selasa (27/1/2026) pagi. Ia menjelaskan, pembangunan jembatan akan dimulai pada Februari dengan target 10 jembatan di setiap Komando Resor Militer (Korem).

“Sekitar dua ribu dua ratusan jembatan yang dibangun. Untuk tahap pertama di bulan Februari, setiap Korem akan membangun 10 jembatan sehingga total 20 jembatan. Selanjutnya pada bulan Maret dan bulan-bulan berikutnya, setiap Korem akan membangun 15 jembatan atau sekitar 30 jembatan,” ujar Pangdam.

Menurutnya, jenis jembatan yang akan dibangun beragam, mulai dari jembatan gantung, jembatan arko, hingga jembatan beton, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah.

Diketahui, Kodam XXIII/Palaka Wira merupakan komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Wilayah tersebut berada di bawah dua Korem, yakni Korem 132/Tadulako (TDL) yang bermarkas di Kota Palu dan Korem 142/Taro Ada Taro Gau (TATAG) yang berkedudukan di Kota Mamuju.

Pangdam menambahkan, pihaknya telah melakukan identifikasi lokasi serta berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait. Aksi pembangunan dijadwalkan dimulai pada Februari, tepatnya pada pekan kedua.

“Saat ini sudah masuk tahap persiapan. Anggota mengikuti pelatihan di Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan latihan internal di Korem dan Kodim,” jelasnya.

Setiap tim pembangunan jembatan nantinya akan beranggotakan sekitar 20 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 12 orang berasal dari unsur masyarakat sipil, didampingi personel TNI, Babinsa, serta teknisi dari pemerintah kabupaten.

Terkait anggaran, Pangdam menyebutkan bahwa pendanaan bersumber dari TNI Angkatan Darat yang dialokasikan dari pusat dan kemudian disalurkan ke satuan di daerah.

“Kami berharap ada kerja sama dengan pemerintah daerah, sehingga jumlah jembatan yang dibangun bisa lebih masif. Dengan sinergi tersebut, di tahun ini kita harapkan semakin banyak jembatan yang bisa dibangun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *