Pendidikan & Teknologi

Kepala BPMP Sulteng Jadi Pembina Upacara di SMPN 14 Palu

×

Kepala BPMP Sulteng Jadi Pembina Upacara di SMPN 14 Palu

Sebarkan artikel ini
Kepala BPMP Sulteng, Muhammad Anis saat memimpin upacara di sekolah. Foto: Dok BPMP Sulteng/Nanda

POTRETCELEBES, Palu – Mengawali hari pertama masuk sekolah pascalibur Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Muhammad berkesempatan hadir dan mendapat amanah sebagai Pembina Upacara Bendera di SMPN 14 Palu, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Kepala BPMP Sulteng: Peningkatan Mutu Pendidikan Jadi Prioritas Pembangunan SDM

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BPMP Sulteng dalam memperkuat karakter peserta didik sekaligus memastikan implementasi kebijakan pendidikan berjalan optimal di satuan pendidikan.

Dorong Gerakan Indonesia Asri di Sekolah

Dalam amanatnya, Dr. Muhammad Anis mengajak seluruh warga sekolah untuk mengimplementasikan Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan serta kekerasan. Selain itu, aspek kesehatan fisik dan mental, budaya hidup bersih melalui pemilahan sampah, serta penataan lingkungan sekolah yang indah menjadi perhatian utama.

Penguatan Karakter melalui Ikrar Pelajar

Dr. Muhammad Anis juga mengingatkan siswa untuk mengamalkan nilai-nilai dalam Ikrar Pelajar Indonesia, mulai dari ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada orang tua dan guru, hingga semangat belajar yang tinggi.

Menurutnya, perubahan besar berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, sebagaimana tercermin dalam Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti bangun pagi, disiplin beribadah, dan menjaga pola hidup sehat.

Literasi Digital dan Pembatasan Penggunaan Gawai

Dalam menghadapi tantangan era digital, turut disosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) tentang perlindungan anak dalam sistem elektronik yang mulai berlaku pada 28 Maret 2026.

Siswa diimbau untuk menerapkan prinsip 3S dalam penggunaan gawai, yaitu:

  • Screen Time: membatasi durasi penggunaan
  • Screen Zone: menggunakan gawai pada tempat dan waktu yang tepat
  • Screen Break: memberi jeda untuk beristirahat dan berinteraksi di dunia nyata

Guru sebagai Teladan

Menutup amanatnya, Dr. Muhammad Anis berpesan kepada para guru untuk terus menjadi teladan bagi peserta didik.

“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang diajarkan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari,” ujarnya.

Upacara diakhiri dengan seruan bersama yang menggema di lapangan sekolah, “Anak Indonesia Hebat: Sehat, Cerdas, Berkarakter!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *