Berita Terkini

Haul ke-58 Guru Tua di Palu Dihadiri Sejumlah Menteri dan Puluhan Ribu Jemaah

×

Haul ke-58 Guru Tua di Palu Dihadiri Sejumlah Menteri dan Puluhan Ribu Jemaah

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Menteri dan Tokoh Nasional hadiri Haul Guru Tua di Palu. Foto: potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Palu — Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menghadiri Haul ke-58 Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua, yang digelar di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Keikhlasan dan Toleransi Guru Tua Jadi Teladan Bagi Dunia Pendidikan

Di antara pejabat yang hadir yakni Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, serta Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.

Selain itu, acara juga dihadiri sejumlah anggota DPR RI dan tokoh nasional, di antaranya Abu Bakar Alhabsyi, Muhidin Mohamad Said, Longki Djanggola, Salim Segaf Al-Jufri, serta Fadel Muhammad.

Dari unsur pemerintah daerah, turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reni Lamadjido. Hadir pula Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli, serta Forkopimda Sulteng.

Sejumlah bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota dari berbagai daerah di Indonesia Timur juga tampak mengikuti kegiatan tersebut bersama ribuan jemaah.

Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri dikenal luas sebagai tokoh pejuang pendidikan di Sulawesi Tengah sekaligus pendiri Perguruan Islam Alkhairaat. Kiprahnya hingga kini terus menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Ketua Utama Alkhairaat, Alwi bin Saggaf bin Muhammad Al-Jufri, dalam tausiyahnya menekankan besarnya pengorbanan Guru Tua dalam membangun peradaban melalui dakwah dan pendidikan. Ia menyebut, seluruh harta, waktu, dan usia Guru Tua dihabiskan untuk kepentingan umat.

“Beliau menghabiskan seluruh hidupnya untuk dakwah di jalan Allah. Apa yang beliau capai, beliau wakafkan untuk umat. Kini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan itu,” ujarnya.

Alwi juga mengisahkan beratnya perjuangan Guru Tua dalam menyebarkan dakwah ke berbagai wilayah, termasuk Maluku Utara dan Kalimantan, di tengah keterbatasan sarana transportasi.

“Bayangkan bagaimana perjuangan beliau di masa itu. Perjalanan penuh keterbatasan, namun beliau tetap memangkas kenikmatan hidup demi menyampaikan kebaikan. Dari situlah kita belajar bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa berbagi untuk sesama,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *