Berita Terkini

Banjir Rendam Dua Kecamatan di Donggala, Ratusan Rumah Terdampak

×

Banjir Rendam Dua Kecamatan di Donggala, Ratusan Rumah Terdampak

Sebarkan artikel ini
Banjir Rendam 2 Kecamatan di Kabupaten Donggala. Foto: BPBD Sulteng

POTRETCELEBES, Donggala — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4/2026) siang hingga sore memicu banjir di sejumlah kecamatan, mengakibatkan ratusan rumah warga terendam dan infrastruktur terdampak.

Baca Juga: Banjir Rendam Jalan Trans Touna–Poso, Akses Antarwilayah Terganggu

Banjir dilaporkan terjadi di dua wilayah, yakni Desa Labean, Kecamatan Balaesang, serta sejumlah desa di Kecamatan Sirenja. Peristiwa ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Di Dusun 7, Desa Labean, banjir terjadi sekitar pukul 15.00 WITA setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 11.00 WITA. Luapan Sungai Mapaga mengakibatkan sedikitnya 30 unit rumah warga terendam. Meski demikian, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun pengungsian. Saat ini, air dilaporkan mulai surut seiring berhentinya hujan.

Sementara itu, banjir dengan dampak lebih luas terjadi di Kecamatan Sirenja sekitar pukul 15.30 WITA. Sedikitnya 10 desa terdampak, antara lain Desa Balentuma, Tompe, Tondo, Dampal, Tanjung Padang, Lompio, Lende, Lende Tovea, Jono Oge, dan Sipi.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto mengatakan data sementara mencatat ratusan rumah warga terendam, dengan rincian antara lain 177 unit rumah di Desa Balentuma, 150 unit di Desa Tompe, 60 unit di Desa Lompio, serta puluhan rumah lainnya di beberapa desa. Selain permukiman, fasilitas umum seperti SDN 3 Lende Tovea dan Kantor Desa Lende Tovea juga terdampak banjir.

Hingga saat ini, jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan, sementara korban jiwa dilaporkan nihil. Kondisi air di sejumlah lokasi telah berangsur surut setelah hujan mereda.

Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Donggala telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan aparat desa setempat untuk penanganan lanjutan.

“Adapun kebutuhan mendesak di lokasi terdampak meliputi pembangunan bronjong dan drainase di Desa Labean, serta pengerahan alat berat dan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Sirenja guna mencegah banjir susulan,” ujar Plt Kepala BPBD Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *