Berita TerkiniPendidikan & Teknologi

Cegah Penerima Ganda, Beasiswa Berani Cerdas Kini Disalurkan via Kampus

×

Cegah Penerima Ganda, Beasiswa Berani Cerdas Kini Disalurkan via Kampus

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza. Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza, menjelaskan alasan perubahan sistem penyaluran Beasiswa Berani Cerdas yang pada tahun 2026 ini dialihkan langsung ke pihak kampus.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers capaian kinerja Dinas Pendidikan periode 2025–2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, Selasa (14/4/2026) siang.

Firmanza mengungkapkan, pada tahun sebelumnya penyaluran beasiswa dilakukan langsung kepada mahasiswa sebagai penerima manfaat. Namun, setelah dilakukan evaluasi, ditemukan sejumlah permasalahan yang mendorong perubahan mekanisme penyaluran.

“Tahun kemarin sistemnya kita bayar langsung ke mahasiswa. Tapi tahun ini kita ubah dengan menyalurkan ke pihak kampus, karena ada tiga persyaratan utama yang harus dipastikan sebelum pencairan,” ujarnya.

Ia merinci, tiga syarat tersebut yakni mahasiswa penerima masih berstatus aktif, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 untuk jurusan sosial dan 2,75 untuk eksakta, serta tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.

Menurutnya, pihak kampus dinilai sebagai pihak yang paling mengetahui kondisi akademik dan status mahasiswa, sehingga diharapkan proses verifikasi dapat berjalan lebih akurat.

“Yang paling mengetahui status mahasiswa itu adalah kampus, apakah masih aktif atau tidak, termasuk IPK dan sumber beasiswa lainnya. Karena itu, tahun ini kita percayakan penyalurannya melalui kampus,” jelasnya.

Firmanza juga mengakui bahwa pada tahun sebelumnya ditemukan sejumlah kasus penerima beasiswa ganda. Beberapa mahasiswa diketahui tetap menerima Beasiswa Berani Cerdas meskipun telah memperoleh bantuan lain, khususnya Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Memang ada yang menerima ganda, terutama dari KIP. Itu sudah kita minta untuk dikembalikan, dan sekarang sistemnya kita perbaiki agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Dengan perbaikan sistem tersebut, Dinas Pendidikan berharap penyaluran beasiswa ke depan menjadi lebih tepat sasaran dan tidak lagi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

“Ini bagian dari upaya kita merapikan sistem, agar program beasiswa benar-benar dirasakan oleh yang membutuhkan dan memenuhi kriteria,” pungkas Firmanza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *