Daerah

Guru di Dampelas Terbantu Buku Kamus Bergambar Bahasa Daerah

×

Guru di Dampelas Terbantu Buku Kamus Bergambar Bahasa Daerah

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Opick

POTRETCELEBES, Donggala — Upaya pelestarian bahasa daerah di Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala mulai menunjukkan dampak positif di dunia pendidikan. Sejumlah guru mengaku terbantu dalam proses pembelajaran muatan lokal setelah hadirnya Buku Kamus Bergambar Bahasa Dampelas yang digunakan sebagai bahan ajar di sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh guru kelas sekaligus guru kelas dan guru muatan lokal di SDN 14 Dampelas, Nurjanah, S.Pd.SD, serta Elis Sumianti, S.Pd. Keduanya menilai kehadiran buku tersebut menjadi solusi nyata dalam mengajarkan bahasa daerah kepada peserta didik yang selama ini minim referensi pembelajaran.

Menurut para guru, sebelumnya pembelajaran bahasa Dampelas lebih banyak mengandalkan pengetahuan lisan dan ingatan guru, sehingga materi yang diberikan belum tersusun secara sistematis. Dengan adanya buku kamus bergambar, peserta didik lebih mudah memahami kosakata karena disertai ilustrasi visual yang menarik.

Menariknya, Elis Sumianti diketahui merupakan ibu dari Opick Delian Alindra, penulis buku tersebut yang juga merupakan pemuda asal Dampelas yang aktif dalam bidang literasi dan pelestarian budaya lokal.

Meski demikian, penggunaan buku bahasa daerah di sekolah saat ini masih menghadapi tantangan regulasi. Hingga kini belum terdapat petunjuk teknis maupun Peraturan Bupati yang secara konkret mengatur kurikulum, standar pembelajaran, maupun bahan ajar bahasa daerah di Kabupaten Donggala, khususnya di Kecamatan Dampelas.

Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan berbasis budaya lokal semakin meningkat. Kehadiran regulasi diharapkan mampu memperkuat posisi bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya yang perlu dijaga melalui dunia pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Opick Delian Alindra mengaku merasa bahagia dapat berkontribusi langsung dalam bidang pendidikan dan kebudayaan di daerah asalnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan respon positif terhadap karya serta inisiatif anak-anak muda yang berupaya menjaga identitas budaya melalui jalur pendidikan.

“Saya sangat senang karena karya ini bisa membantu guru dan peserta didik. Harapannya pemerintah juga dapat melihat bahwa generasi muda siap berkontribusi untuk daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, dua sekolah menengah atas di wilayah Dampelas, yakni SMAN 1 Dampelas dan SMAN 2 Dampelas, diketahui tengah melakukan proses pengadaan buku tersebut untuk melengkapi koleksi perpustakaan sekolah.

Langkah ini dilakukan agar peserta didik tetap memiliki akses belajar bahasa daerah di tengah keterbatasan bahan ajar resmi.
Opick menyampaikan bahwa distribusi buku ke sekolah-sekolah yang melakukan pengadaan direncanakan akan dilakukan dalam satu hingga dua minggu ke depan.

Ia menilai, di tengah belum hadirnya regulasi dan kurikulum yang jelas, inisiatif sekolah menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah melalui proses pendidikan formal.

Menurutnya, sekolah di Dampelas memiliki peran strategis sebagai ruang awal pelestarian bahasa lokal agar tidak hilang di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *