DaerahLifestyle

Mahasiswa UWN Palu Siap Kembangkan Industri Fashion Berbasis Budaya

×

Mahasiswa UWN Palu Siap Kembangkan Industri Fashion Berbasis Budaya

Sebarkan artikel ini
Kelompok Mahasiswa UWN Palu. Foto: Dok Anissa Anggraini

POTRETCELEBES, Palu – Kreativitas mahasiswa Universitas Widya Nusantara kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Tim mahasiswa kampus tersebut berhasil meraih hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Mahasiswa (P2MW) melalui proposal bertajuk “Transformasi Fashion Lokal Berbasis Kearifan Budaya Sulawesi Tengah Menuju Wirausaha Muda Mandiri, Kreatif, dan Berdampak.”

Program yang masuk dalam kategori Usaha Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan itu menjadi langkah strategis dalam mengembangkan potensi budaya Sulawesi Tengah menjadi usaha kreatif yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi.

Tim pengusul terdiri dari Anissa Anggraini sebagai ketua tim bersama Nur Rahmah dan Thersa Valensya R. Mereka berkomitmen mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Tengah ke dalam desain, produksi, hingga pemasaran produk fashion.

Ketua tim, Anissa Anggraini, mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk fashion, tetapi juga menjadi upaya pelestarian budaya melalui pendekatan kewirausahaan.

“Kami ingin menjadikan warisan budaya sebagai modal kreatif yang dapat membuka peluang ekonomi bagi generasi muda dan pelaku usaha mikro di daerah,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Program tersebut mendapat pendampingan dari dosen pembimbing Wendi Muhammad Fadhli, S.Farm., Apt., MH., serta mentor Jalaluddin Shakti, S.Kep., Ns. Pelaksanaan program difokuskan pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan produk dan layanan, serta pemasaran berbasis pariwisata dan perdagangan digital.

Menurut Wendi Muhammad Fadhli, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola usaha secara profesional.

“Pendekatan kami bukan hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mental wirausaha, tata kelola usaha, dan strategi pemasaran yang adaptif terhadap pasar modern,” katanya.

Sementara itu, mentor program Jalaluddin Shakti menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku usaha lokal, dan sektor pariwisata menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing produk berbasis budaya daerah.

“Kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem di mana produk fashion berbasis kearifan lokal tidak hanya bernilai seni, tetapi juga bernilai ekonomis dan pariwisata,” ujarnya.

Melalui program tersebut, tim berharap dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Sulawesi Tengah melalui produk-produk fashion yang memiliki nilai jual tinggi.

Selain itu, produk yang dihasilkan diharapkan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga dapat memperluas pasar produk unggulan daerah.

Dengan dukungan pendanaan dan pendampingan profesional dari program P2MW, proyek Transformasi Fashion Lokal Berbasis Kearifan Budaya Sulawesi Tengah diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis kampus yang mampu melahirkan wirausaha muda mandiri, kreatif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *