Daerah

BICARA Sulawesi Tengah Dorong Anak Muda Bersuara dan Beraksi untuk Daerahnya

×

BICARA Sulawesi Tengah Dorong Anak Muda Bersuara dan Beraksi untuk Daerahnya

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Potretcelebes.com

POTRETCELEBES, Palu – CommsLab, Celios, dan Ekspedisi Indonesia Baru menggelar BICARA Sulawesi Tengah bertema “Membaca Sigi: Pengelolaan Sumber Daya, Pengetahuan, Ekonomi, dan Resiliensi” di Aula Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako, Palu, Selasa (29/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00–16.00 WITA dan dihadiri sekitar 70 peserta dari kalangan mahasiswa, komunitas, Mangrovers, Mapala, Dinas Kominfo, yayasan, AJI Palu, dan lainnya.

Penyelenggara dari CommsLab, Edy Can, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong anak muda berani mengutarakan ide dan mengekspresikan pikiran, sehingga tumbuh kepercayaan diri dan aksi bersama bagi daerah mereka.

Menurut Edy, Sigi dipilih sebagai fokus karena termasuk kabupaten yang pernah dilanda bencana, mulai dari tsunami hingga likuefaksi. Meski begitu, Sigi dinilai berhasil bertahan dan menunjukkan resiliensi melalui kebijakan dan praktik yang diterapkan.

Diskusi menghadirkan penulis buku Reset Indonesia Yusuf Priambodo, Direktur Socio-Bioeconomy Celios Fiorentina Refani, Ketua Gampiri Interaksi Lestari Nedya Sinintha Maulaning, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sigi Moh.
Afit Lamakarate, serta peneliti toponimi PASIGALA Neni Muhidin. Bertindak sebagai moderator, Direktur Pendidikan dan Pemberdayaan Yayasan Sikola Mombine, Wulan Lembonunu.

Dalam paparannya, Afit menegaskan Sigi memilih pertanian sebagai sektor utama dan menahan kebijakan pertambangan. Ia juga mengajak kaum muda dan komunitas berkolaborasi.

Usai diskusi, peserta mengikuti workshop storytelling berbasis data lewat video pendek bersama Content Strategist TelusuRI Rifqy Faiza Rahman dan Program Manager Sinekoci Nur Amri Firmansyah.
Nur Amri menyebut ekosistem audio visual di Palu belum mapan, lalu mengajak peserta berdiskusi dan bergerak bersama ke depan.

Edy menyampaikan BICARA akan berlanjut di beberapa kota lain, namun lokasinya belum ditentukan dan masih dalam pertimbangan.

Di akhir wawancara, Edy berharap anak muda, komunitas lokal, dan masyarakat adat dapat berbicara tentang kondisi daerah mereka dan melakukan aksi untuk mengatasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *