Daerah

Prof Amar Resmi Mendaftar sebagai Bakal Calon Rektor Untad Periode 2027-2031

×

Prof Amar Resmi Mendaftar sebagai Bakal Calon Rektor Untad Periode 2027-2031

Sebarkan artikel ini
Prof Amar saat menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Pemilihan Rektor Universitas Tadulako. Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Rektor petahana (incumbent) Universitas Tadulako (Untad), Prof. Amar, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Untad periode 2027-2031.

Prof. Amar mendatangi langsung Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor yang berlokasi di Gedung Rektorat Lama Universitas Tadulako, Jumat (30/10/2026). Kedatangannya didampingi sejumlah anggota tim.

Baca Juga: Dibawah Kepemimpinan Prof Amar, Jumlah Guru Besar di Untad Meningkat

Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Prof. Amar mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam pemilihan rektor tersebut merupakan bagian dari tahapan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Senat Universitas Tadulako tentang pelaksanaan tahapan pemilihan rektor.

“Hari ini kami melaksanakan pendaftaran sebagai salah satu bakal calon Rektor Universitas Tadulako untuk periode 2027-2031,” kata Prof. Amar kepada Wartawan.

Ia menjelaskan, seluruh dokumen persyaratan telah diserahkan kepada panitia. Berdasarkan pemeriksaan awal, berkas pendaftarannya dinyatakan lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami merasa masih memenuhi persyaratan untuk mengajukan pendaftaran sebagai salah satu bakal calon rektor. Seluruh berkas sudah kami serahkan dan alhamdulillah, setelah diperiksa panitia, dinyatakan lengkap sesuai persyaratan,” ujarnya.

Prof. Amar mengungkapkan, keputusannya kembali maju dalam kontestasi pemilihan rektor dilandasi keinginan untuk menuntaskan sejumlah program yang belum terselesaikan selama masa kepemimpinannya.

Menurutnya, masa jabatan empat tahun merupakan waktu yang relatif singkat untuk merealisasikan berbagai program pengembangan universitas. Karena itu, ia menilai masih ada tanggung jawab yang perlu dilanjutkan.

“Ada beberapa hal yang masih perlu diselesaikan pada periode sebelumnya. Itu masih menjadi bentuk tanggung jawab kami, karena ruang waktu yang diberikan selama empat tahun bisa dikatakan sangat singkat untuk melaksanakan beberapa program,” jelasnya.

Meski demikian, Prof. Amar menyebut pencalonannya kembali merupakan bentuk ikhtiar untuk mendapatkan kepercayaan dari sivitas akademika, melalui perwakilannya di Senat Universitas Tadulako, serta Kementerian.

Baca Juga: Pilrek Untad Dimulai, Rektor Ajak Sivitas Akademika Jaga Kondusivitas

Terkait visi, misi, dan program kerja yang akan ditawarkan, ia mengatakan akan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi universitas saat ini.

Selain melanjutkan sejumlah program yang belum terealisasi, Prof. Amar juga menyiapkan sejumlah program unggulan dengan mempertimbangkan perubahan lingkungan pendidikan dan perkembangan teknologi.

Ia menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta dinamika global yang dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan arah pengembangan perguruan tinggi ke depan.

“Perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence dan perkembangan global, menjadi bahan pertimbangan utama kita untuk kembali menata institusi agar mampu melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat, dunia industri, serta pengembangan pendidikan yang semakin menantang ke depan,” tuturnya.

Ia berharap, berbagai penyesuaian tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan Universitas Tadulako agar mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *