Berita Terkini

Bom Ikan Meledak di Touna, Nelayan Alami Luka Parah di Wajah dan Tangan

×

Bom Ikan Meledak di Touna, Nelayan Alami Luka Parah di Wajah dan Tangan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Foto: Dok lautsehat.id

POTRETCELEBES, Touna – Seorang nelayan berinisial SLM (26) dari Desa Molowagu, Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah mengalami luka parah di wajah dan tangan kirinya setelah bom ikan rakitan jenis Dopis yang ia gunakan meledak saat hendak dilempar ke laut, Senin (10/11/2025) petang.

Baca Juga: Bom Ikan Meledak Sebelum Sempat Ditebar, Nelayan di Touna Kehilangan Tangan Kirinya

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan tersebut, kini harus menjalani perawatan intensif akibat serpihan bom ikan yang terbuat dari bahan macis kayu yang dihaluskan.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.20 Wita di Tambatan Perahu Desa Molowagu. Korban, yang berangkat sendiri, berencana menggunakan bom ikan rakitan tersebut untuk menangkap ikan kecil jenis Lure sebagai umpan.

Menurut keterangan kepolisian, saat korban melempar bom/Dopis rakitannya ke laut, bom tersebut meledak seketika sebelum sempat terlepas dari genggamannya.

“Ledakan itu mengakibatkan Lk. SLM mengalami kerusakan di bagian wajah dan luka-luka parah pada jari-jari tangan sebelah kiri akibat terkena serpihan,” jelas Kasihumas Polres Tojo Una-Una, Iptu Martono, Selasa (11/11/2025).

Saksi mata di sekitar lokasi kejadian segera memberikan pertolongan pertama dan membantu membungkus luka di tangan korban. Sekitar pukul 18.40 Wita, korban langsung dilarikan oleh pihak keluarga dan masyarakat ke Puskesmas Molowagu untuk penanganan medis.

Menanggapi insiden ini, Kasihumas Iptu Martono, menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat, khususnya para nelayan.

“Peristiwa ini menjadi contoh nyata dan tragis mengenai bahaya penggunaan bahan peledak, terutama bom ikan rakitan (Dopis). Kami mengingatkan kembali bahwa praktek penangkapan ikan menggunakan bom adalah ilegal dan sangat berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa, seperti yang dialami korban,” tegas Iptu Martono, mengutip pernyataan Kapolres Touna.

Kapolres mengimbau agar masyarakat nelayan sepenuhnya meninggalkan cara-cara yang melanggar hukum dan membahayakan, serta beralih ke metode penangkapan ikan yang legal dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *