Berita Terkini

Dua Buku Berani Berkah dan Berani Sehat Diluncurkan di HUT ke-62 Sulteng

×

Dua Buku Berani Berkah dan Berani Sehat Diluncurkan di HUT ke-62 Sulteng

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Dua buku berjudul “Berani Berkah: Fondasi Spiritual Pembangunan Sulawesi Tengah” dan “Berani Sehat: Menyalakan Harapan di Setiap Nyawa” resmi diluncurkan pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (14/4/2026) malam.

Peluncuran dilakukan di Jodjokodi Convention Center (JCC) Kota Palu, dalam rangkaian pembukaan Semarak Nambaso Fest, disaksikan ratusan masyarakat yang turut memeriahkan peringatan tersebut.

Peresmian buku dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido dan Ketua TP PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan.

Kedua buku tersebut merupakan karya kolaboratif dari Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag. dan Dr. Kamridah, S.Ag., M.Th.I, yang mengangkat gagasan besar tentang pembangunan daerah berbasis nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan pelayanan publik yang berorientasi pada hak masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Zainal Abidin menyampaikan bahwa kehadiran dua buku tersebut merupakan manifestasi dari gagasan luhur yang lahir dari refleksi mendalam terhadap kondisi sosial dan birokrasi saat ini.

Ia menjelaskan, buku “Berani Sehat” merepresentasikan upaya nyata dalam menjamin hak kesehatan masyarakat. Salah satu gagasan utama yang diangkat adalah penyederhanaan layanan kesehatan, di mana masyarakat cukup menggunakan KTP untuk mendapatkan pelayanan, tanpa harus terbebani prosedur administratif yang berbelit.

“Selama ini kita melihat banyak masyarakat, seperti nelayan dan petani, yang justru kesulitan mengakses layanan kesehatan karena rumitnya persyaratan. Buku ini hadir sebagai jawaban atas persoalan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, buku “Berani Berkah” menitikberatkan pada pembangunan nilai-nilai spiritual dalam birokrasi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur atau kebijakan teknis, tetapi juga oleh integritas, empati, dan keikhlasan para penyelenggara pemerintahan.

Ia menegaskan, kedua buku tersebut merupakan dua sisi yang tidak terpisahkan, yakni pembangunan jasad dan ruh dalam sistem pemerintahan.

Lebih lanjut, Prof. Zainal juga menyoroti pentingnya membangun sistem yang berkelanjutan melalui konsep Hero System, yakni sebuah model tata kelola yang tidak bergantung pada figur pemimpin semata, melainkan mampu berjalan secara mandiri dan berkesinambungan.

Selain itu, buku ini juga mengusung gagasan Diplomasi Kesehatan Domestik, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan manusiawi.

“Jika Sulawesi Tengah dengan tantangan geografisnya mampu menghadirkan layanan kesehatan berbasis KTP, maka daerah lain seharusnya juga bisa melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Peluncuran kedua buku ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi kebijakan, tetapi juga menjadi pijakan intelektual dalam mendorong transformasi sosial menuju Indonesia Sehat 2045.

“Sejarah tidak akan mencatat seberapa lama kita berkuasa, tetapi seberapa banyak nyawa yang berhasil kita jaga,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *