Berita Terkini

Hari Kesaktian Pancasila, Ketua PW Muhammadiyah Sulteng: Pancasila Harus Jadi Perekat Seluruh Anak Bangsa

×

Hari Kesaktian Pancasila, Ketua PW Muhammadiyah Sulteng: Pancasila Harus Jadi Perekat Seluruh Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah (PWM Sulteng) Muh. Amin Parakkasi. Foto: Dok Potretcelebes.com

POTRETCELEBES, Palu — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah (PWM Sulteng) Muh. Amin Parakkasi mengajak seluruh elemen bangsa kembali memperkuat Pancasila sebagai dasar negara sekaligus konsensus yang menyatukan seluruh anak bangsa.

Hal itu disampaikannya dalam momentum menyambut peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Menurut Amin, Pancasila merupakan hasil kesepakatan seluruh anak bangsa sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu terus dikokohkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Baca Juga: Kampus Unismuh Palu Jadi Lokasi Pelaksanaan Tanwir dan Milad Muhammadiyah

“Negara Pancasila itu adalah negara kesepakatan, konsensus seluruh anak bangsa ini. Oleh karena itu, Pancasila harus kita kokohkan sebagai pemersatu bangsa dengan segala nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Amin, Rabu (30/9/2026).

Ia mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali menunjukkan bahwa Pancasila memiliki daya perekat yang kuat di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Amin juga menyinggung kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat, termasuk melalui demonstrasi atau aksi unjuk rasa. Menurutnya, kritik terhadap penyelenggara negara merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, sepanjang diarahkan untuk mendorong terwujudnya nilai-nilai Pancasila.

“Kita mungkin bisa mengkritik, memberikan solusi-solusi atau menyampaikan data mana yang tidak pancasilais. Kita berharap dengan Hari Kesaktian Pancasila ini kita menunjukkan apa yang terlalaikan oleh anak bangsa ini, apa yang terlalaikan oleh para penyelenggara negara yang perlu diangkat, dipertegas, dan diperkuat,” ujarnya.

Lima Sila Harus Diwujudkan

Amin menegaskan, kesaktian Pancasila tidak cukup hanya diperingati secara seremonial. Menurut dia, nilai-nilai dalam lima sila harus diwujudkan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, ia menekankan pentingnya negara menjamin setiap warga negara menjalankan agama dan kepercayaannya masing-masing. Jaminan tersebut, kata dia, tidak sebatas memberikan kebebasan beragama, tetapi juga perlu disertai pembinaan kehidupan keagamaan.

“Bukan hanya sekadar menjamin kebebasan, tetapi betul-betul melakukan pembinaan sehingga hidup berbangsa ini dihiasi dengan nilai-nilai keagamaan,” katanya.

Sementara pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Amin menekankan pentingnya persamaan derajat bagi seluruh warga negara.

Baca Juga: Rektor: Jadikan IKA Unismuh Palu sebagai Rumah Pulang dan Kekuatan Ekonomi Alumni

Ia mengatakan setiap warga negara harus memperoleh perlakuan yang sama di hadapan hukum dan undang-undang, termasuk dalam bidang pendidikan, ekonomi, serta berbagai sektor kehidupan lainnya.

“Memanusiakan manusia, kira-kira seperti itu. Jangan sampai masih terjadi dikotomi antara kasta-kasta anak bangsa ini,” ujarnya.

Untuk sila ketiga, Persatuan Indonesia, Amin mengingatkan bahwa persatuan tidak berarti menyeragamkan seluruh masyarakat. Menurutnya, keberagaman merupakan bagian dari identitas Indonesia yang harus dipersatukan melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Bukan satu warna, tapi bermacam-macam. Bhinneka Tunggal Ika kita wujudkan. Karena kita berbeda, di situlah kita membutuhkan Persatuan Indonesia,” katanya.

Ia mengingatkan agar kepentingan bangsa dan negara ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.

Amin selanjutnya menekankan pentingnya penerapan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Menurutnya, demokrasi harus diwujudkan dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Para penyelenggara negara, kata dia, perlu turun langsung mendengarkan suara rakyat.

“Demokrasi betul-betul harus diwujudkan. Ayo dengarlah suara rakyat, turunlah ke rakyat, perhatikan aspirasi dari rakyat karena kita adalah negara demokrasi,” tegasnya.

Adapun sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, disebut Amin sebagai salah satu inti dari keseluruhan nilai Pancasila.

Ia menilai keadilan harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, berbagai bentuk ketimpangan dan penyalahgunaan kekuatan maupun kewenangan perlu dihindari.

“Semua anak bangsa ini harus betul-betul merasakan keadilan yang merata, adil dalam berbagai aspek kehidupan, harus betul-betul diwujudkan,” katanya.

Amin juga mendorong pihak-pihak yang memiliki kekuatan dan kewenangan untuk menggunakan posisi tersebut dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ayo kita dorong untuk dapat mewujudkan keadilan sosial rakyat Indonesia sehingga semua anak bangsa ini merasakan keadilan, merasa diperlakukan secara adil,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *