Berita Terkini

Hadianto Minta Pencari Kerja Tak Hanya Andalkan Ijazah, Tapi Juga Kejujuran dan Skill

×

Hadianto Minta Pencari Kerja Tak Hanya Andalkan Ijazah, Tapi Juga Kejujuran dan Skill

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid saat Menyampaikan Sambutan Pada Pembukaan Job Fair, Rabu (30/9/2026). Foto: Potretcelebes.com

POTRETCELEBES, Palu — Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mendorong para pencari kerja memanfaatkan kesempatan dalam kegiatan Job Fair untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membangun etos kerja yang kuat.

Menurut Hadianto, dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan. Kejujuran menjadi salah satu modal penting yang harus dimiliki setiap pencari kerja untuk membangun kepercayaan di lingkungan profesional.

Hal itu disampaikan Hadianto saat membuka kegiatan Job Fair yang dirangkaikan dengan pelayanan pembuatan AK1 (kartu pencari kerja) di Halaman Kantor Wali Kota Palu, Rabu (30/9/2027).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam kesempatan itu, Hadianto membagikan pengalaman pribadinya ketika memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat. Namun, rencana tersebut batal setelah orang tuanya meminta agar rencana itu dibatalkan.

Ia mengaku sempat berpikir untuk melanjutkan pendidikan di Amerika dan berharap setelah itu dapat bekerja di Singapura. Namun, perjalanan hidup membawanya hingga menjadi Wali Kota Palu.

“Yang kita dapatkan apa? Hikmahnya, yang baik,” kata Hadianto.

Ia mengatakan, perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang perlu memiliki niat, strategi, serta kerja keras untuk mencapai cita-cita.

Hadianto juga menyoroti tantangan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi ketika memasuki dunia kerja. Menurutnya, banyak lulusan yang memiliki latar belakang pendidikan tertentu, tetapi pekerjaan yang tersedia tidak selalu linear dengan jurusan yang mereka tempuh.

“Banyak anak-anak kita bertanya kepada pemerintah, kenapa susah betul? Susah itu karena output yang keluar dari kampus, jurusannya banyak, tetapi ketika keluar tidak linear dengan keahlian yang diambil,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta para pencari kerja untuk mampu beradaptasi dan menyusun strategi dalam menghadapi persaingan di dunia kerja.

Hadianto mengingatkan bahwa tidak ada seseorang yang langsung menduduki posisi tinggi ketika pertama kali memasuki dunia kerja. Menurutnya, jenjang karier harus dibangun secara bertahap melalui pengalaman dan kerja keras.

“Tidak ada orang bekerja itu langsung jadi direktur atau manajer. Semua itu dari level bawah. Tetapi untuk meraih impian itu, kalian harus bekerja keras untuk mendapatkan itu,” katanya.

Ia meminta peserta Job Fair memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan performa terbaik kepada perusahaan maupun pemberi kerja.

Selain keterampilan, Hadianto menekankan pentingnya kejujuran sebagai karakter utama yang harus dimiliki pencari kerja.

“Nomor satu itu kejujuran. Kalau kalian jujur itu luar biasa. Kalau ngomong skill, hampir semua orang punya. Kapasitas, kapabilitas, semua orang punya,” ujarnya.

Menurut dia, keterampilan, kapasitas, kapabilitas, dan kejujuran yang berjalan secara bersamaan akan mempercepat seseorang dalam mencapai tujuan karier.

Karena itu, Hadianto meminta para pencari kerja mempersiapkan diri dengan niat yang baik sebelum memasuki dunia kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Hadianto juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palu untuk mendorong penyerapan tenaga kerja lokal.

Ia mengatakan, setiap usaha yang masuk dan beroperasi di Kota Palu didorong untuk memberikan porsi rekrutmen bagi masyarakat setempat.

“Kita sudah minta jatah untuk rekrutmen pegawai. Kita minta 30 persen. Kalau jatah ini disetujui, baru kita keluarkan izinnya,” tegasnya.

Hadianto meminta seluruh perangkat daerah yang berkaitan dengan pelayanan perizinan untuk menjalankan kebijakan tersebut.

“Saya mau ini berjalan. Saya minta dinas semua yang berurusan dengan perizinan harus mematuhi ini. Pokoknya semua harus memenuhi 30 persen. Kalau tidak dipenuhi, kita tidak keluarkan izinnya,” katanya.

Selain mendorong rekrutmen tenaga kerja lokal, ia meminta pemerintah menyiapkan pelatihan kerja sebagai bagian dari persiapan masyarakat menghadapi kebutuhan dunia usaha.

Menurutnya, program yang telah dicanangkan pemerintah harus benar-benar dijalankan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hadianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Job Fair. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu pelaksanaan saja, tetapi dapat digelar secara berkelanjutan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Saya berharap program ini berlanjut terus, apakah per triwulan,” ujarnya.

Ia berharap keberlanjutan program tersebut dapat mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjawab tantangan ketenagakerjaan di Kota Palu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *