Daerah

Mahasiswa Untad Keluhkan Sampah di Vatutela dan Jalan Rusak Padat Karya ke Wali Kota Palu

×

Mahasiswa Untad Keluhkan Sampah di Vatutela dan Jalan Rusak Padat Karya ke Wali Kota Palu

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Hadianto Rasyid saat Menyapa Mahasiswa Usai Dialog Kepemimpinan, Sabtu (24/10/2026). Foto: Potretcelebes.com

POTRETCELEBES, Palu – Sejumlah mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) menyampaikan aspirasi terkait persoalan lingkungan dan infrastruktur di wilayah Kelurahan Tondo, Kota Palu, kepada Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam sesi tanya jawab Dialog Kepemimpinan yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan itu dihadiri ratusan mahasiswa FKIP Untad.

Dalam forum tersebut, salah seorang mahasiswa mengeluhkan banyaknya sampah di kawasan Vatutela, khususnya di wilayah Vatutela Atas. Kondisi itu dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah kota agar kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Selain persoalan sampah, mahasiswa lainnya menyoroti kondisi jalan di Jalan Padat Karya yang hingga kini belum diperbaiki. Jalan tersebut merupakan salah satu akses yang kerap dilalui masyarakat dan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid membenarkan bahwa persoalan sampah di kawasan Vatutela Atas menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah kota.

Ia mengatakan, berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya beberapa bulan lalu, kondisi di lapangan memang menunjukkan persoalan sampah yang perlu ditangani.

Menurut Hadianto, Kelurahan Tondo merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk cukup tinggi. Namun, keterbatasan armada pengangkut sampah menjadi kendala dalam memberikan pelayanan secara optimal.

“Kesulitan kita, wilayah Tondo ini termasuk wilayah padat dan jumlah penduduknya sangat besar, sementara kendaraan sampah yang melayani wilayah ini hanya satu,” kata Hadianto.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palu telah mendapatkan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Citra Palu Minerals (CPM) untuk mendukung penambahan unit pengangkut sampah di wilayah tersebut.

Hadianto menegaskan, keluhan mahasiswa itu akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota untuk meningkatkan penanganan sampah di kawasan Tondo.

“Ini menjadi catatan saya hari ini untuk menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Sementara terkait kondisi Jalan Padat Karya, Hadianto menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut sebenarnya telah direncanakan pada 2025. Namun, rencana itu tidak dapat direalisasikan setelah terkena kebijakan efisiensi anggaran.

Usulan perbaikan kembali dimasukkan dalam perencanaan pada 2026, tetapi kembali terkendala kebijakan efisiensi anggaran.

Meski demikian, Hadianto menyatakan optimis perbaikan jalan tersebut dapat direalisasikan pada 2027.

“Insyaallah, 2027 itu sudah selesai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *