Berita Terkini

KN SAR Bhisma Dikerahkan Cari Speed Boat Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini

×

KN SAR Bhisma Dikerahkan Cari Speed Boat Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini

Sebarkan artikel ini
KN SAR Bhisma. Foto: Basarnas Palu

POTRETCELEBES, Gorontalo – Kapal Negara (KN) SAR Bhisma milik Basarnas Palu dikerahkan untuk membantu operasi pencarian speed boat yang dilaporkan hilang kontak di perairan Teluk Tomini, Sabtu (25/7/2026).

Sebelumnya, speed boat yang mengangkut 11 wisatawan mancanegara bersama dua orang nakhoda dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Sanctum Una Una Dive Resort, Pulau Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menuju Pelabuhan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Speed Boat Wisata Angkut 13 Penumpang Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo, Heriyanto, menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima, kapal berangkat sekitar pukul 07.30 Wita dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Marisa pada pukul 11.00 Wita. Namun hingga pukul 15.00 Wita, speed boat tersebut belum juga tiba di tujuan.

“Selanjutnya pemandu wisata melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo untuk memohon bantuan SAR,” ujar Heriyanto kepada potretcelebes.com.

Memasuki hari kedua pencarian, Sabtu (25/7/2026), tim SAR telah mengerahkan sejumlah unsur untuk melakukan operasi pencarian. Selain itu, Basarnas Gorontalo juga meminta dukungan Basarnas Palu dengan mengerahkan KN SAR Bhisma yang bergerak dari Luwuk menuju lokasi operasi pencarian.

“Kami juga minta perbantuan dari Basarnas Palu untuk mengarahkan kapal Basarnas KN Bhisma yang dari Luwuk ke lokasi hilang kontak speed boat tersebut,” kata Heriyanto.

Heriyanto mengungkapkan hingga saat ini tim SAR belum memperoleh titik koordinat pasti lokasi hilang kontak speed boat tersebut, sehingga pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah area yang diperkirakan menjadi lintasan kapal.

Operasi pencarian juga menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Teluk Tomini berkisar antara 2 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin mencapai 20–30 knot.

Dalam pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU 1 menggunakan KAL Limboto, SRU 2 menggunakan RIB 03 Gorontalo, dan SRU 3 menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort.

Heriyanto juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya terkait musibah tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak cepat menyebarkan informasi yang tidak jelas dan tidak akurat. Pastikan informasi yang dibagikan telah valid agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *