Berita Terkini

BTN Akad Massal 2.577 Debitur, 159 UMKM dan KPR Subsidi di Palu

×

BTN Akad Massal 2.577 Debitur, 159 UMKM dan KPR Subsidi di Palu

Sebarkan artikel ini
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggelar akad massal bagi 2.577 debitur secara serentak di seluruh Indonesia di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu (27/9/2026). Foto: Potretcelebes.com

POTRETCELEBES, Palu – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggelar akad massal bagi 2.577 debitur secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BTN memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.

Akad massal tersebut digelar di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (27/9/2026), dan dipimpin langsung Direktur Commercial Banking BTN Hermita bersama Pemerintah Kota Palu serta sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Indonesia secara daring melalui Zoom.

Dari total 2.577 debitur yang mengikuti akad massal, sebanyak 1.009 merupakan debitur sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sedangkan 1.568 lainnya merupakan debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

Khusus di Kota Palu, BTN melakukan akad kepada 159 debitur yang terdiri atas 111 debitur produk UMKM dan 48 debitur KPR Subsidi.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, pelaksanaan akad massal dilakukan dengan pendekatan ekosistem bersama pemerintah daerah, khususnya dengan memanfaatkan UMKM binaan pemerintah sebagai bagian dari sasaran pembiayaan.

“Kenapa kita bikin akad massal? Kita lakukannya by ekosistem. Pemerintah punya UMKM binaan, jadi inilah yang kita fasilitasi, supaya semua terdaftar di pemerintah,” kata Hermita.

Menurutnya, BTN berencana menjadikan akad massal sebagai kegiatan yang dilakukan secara rutin dan berkala dengan target yang terukur. 

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat perkembangan UMKM di berbagai daerah.

BTN, kata Hermita, kini tidak hanya identik dengan pembiayaan perumahan, tetapi juga terus memperluas ekosistem bisnis melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.

“Kami BTN di sini siap untuk men-support UMKM di Kota Palu menjadi lebih besar lagi, bukan hanya untuk tingkat lokal, tapi nasional dan global, internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, BTN juga memiliki kerja sama dengan sejumlah marketplace yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku UMKM memperluas akses pasar melalui kanal digital.

Menurut Hermita, BTN dapat melakukan pendampingan kepada UMKM terpilih, mulai dari pelatihan pemasaran hingga pemanfaatan marketplace, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya menyasar pasar lokal dan nasional, tetapi juga berpotensi menembus pasar ekspor.

“Kita bisa kolaborasikan, misalnya dipilih dulu 100 UMKM yang benar-benar mau kita tingkatkan. Kita latih bagaimana cara jualan yang bagus di marketplace, sehingga orang yang sekali beli akan membeli kembali. Tujuannya bukan hanya untuk kebutuhan nasional, tapi sudah untuk ekspor,” katanya.

Potensi pengembangan UMKM di Kota Palu dinilai cukup besar. Berdasarkan data Kementerian UMKM, terdapat 33.935 UMKM di Kota Palu.

Sejalan dengan potensi tersebut, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BTN di Sulawesi Tengah telah mencapai Rp26,7 miliar atau tumbuh 36,3 persen secara tahunan.

Selain itu, sejak Oktober 2025 BTN telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp123 miliar kepada 63 UMKM di Kota Palu. Pembiayaan tersebut terutama menyasar pelaku usaha sektor real estate dan konstruksi yang mendukung pembangunan serta penyediaan perumahan.

Dukungan terhadap UMKM juga dilakukan melalui digitalisasi transaksi. Sebanyak 2.957 UMKM di Palu telah bergabung dalam Bale Merchant UMKM BTN. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 debitur UMKM tercatat telah naik kelas.

Sementara itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan, BTN telah menjadi mitra Pemerintah Kota Palu dalam mendampingi pengelolaan berbagai potensi daerah.

Kolaborasi tersebut, kata Hadianto, tidak hanya mencakup penguatan UMKM, tetapi juga digitalisasi pemerintahan guna meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Bank BTN saat ini menjadi mitra penuh Pemerintah Kota Palu dalam pendampingan pengelolaan potensi yang dimiliki daerah ini. Salah satunya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah,” kata Hadianto.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat semakin memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sehingga pengelolaan dan manajemen usaha di Kota Palu dapat berkembang dengan baik.

“Kami berharap kerja sama dengan Bank BTN dalam memberikan penguatan kredit usaha kepada para pelaku UMKM semakin memperkuat upaya pemerintah, sehingga manajemen usaha UMKM di Kota Palu bisa tumbuh dan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Saat ini, program inkubator bisnis Pemerintah Kota Palu telah mendampingi lebih dari 1.000 pelaku UMKM. Dalam dua tahun terakhir, program tersebut juga memberikan penguatan modal usaha kepada sekitar 1.000 mahasiswa di Kota Palu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *